Intro: C F (4x)
C F
Seribu wanita
C F
Yang pernah singgah
C F
Hanya datang dan pergi
C F
Dan tak ada hati
C F
Kau pun datang
C F
Ada yang berbeda
C F
Mengapa begini
C F
Apa yang terjadi
Am F
Tak pernah sebelumnya
Am F – G
Tak pernah ku duga
C G Am
Reff I: Ku akui ku main hati
F C
(Ku main hati, ku main hati)
G Am
Ku tak bisa ‘tuk memungkiri
Bb
Ku main hati…
F G
Bersamamu ku rasakan
Am Bb
Yang tak pernah kurasakan sebelumnya
F G
Pencarianku berakhir
Am Bb
Kar’na ku t’lah temukan dirimu
Interlude: C F (2x)
C G Am
Reff II: Ku akui ku main hati
F C
(Ku main hati, ku main hati)
G Am
Ku tak bisa ‘tuk memungkiri
Setelah Reff II diulang, lanjut ke ( + )
F C
(Ku main hati, ku main hati)
Kembali ke: Reff II
F
( + ) Ku main hati...
Interlude: C F
Coda:
C F
Ku main hati
C F
Ku main hati
C F C
Ku main hati, ku main hati
Thursday, June 12, 2008
Andra and The Backbone - Sempurna
Kau begitu sempurna
Di mataku kau begitu indah
Kau membuat diriku
Akan s’lalu memujamu
Disetiap langkahku
Ku’kan s’lalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan
Hidupku tanpa cintamu
Reff I: Janganlah kau tinggalkan diriku
Tak ’kan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku kau begitu...
Sempurna...
Sempurna...
Kau genggam tanganku...
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata
Dan hapus s’mua sesalku
Kembali ke: Reff I
Reff II: Janganlah kau tinggalkan diriku
Tak ’kan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku kau begitu...
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku kau begitu...
Sayangku kau begitu...
Sempurna...
Sempurna...
Di mataku kau begitu indah
Kau membuat diriku
Akan s’lalu memujamu
Disetiap langkahku
Ku’kan s’lalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan
Hidupku tanpa cintamu
Reff I: Janganlah kau tinggalkan diriku
Tak ’kan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku kau begitu...
Sempurna...
Sempurna...
Kau genggam tanganku...
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata
Dan hapus s’mua sesalku
Kembali ke: Reff I
Reff II: Janganlah kau tinggalkan diriku
Tak ’kan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku kau begitu...
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku kau begitu...
Sayangku kau begitu...
Sempurna...
Sempurna...
Sunday, June 8, 2008
Efek Graver untuk Foto

Perhatikan foto tokoh di dalam uang. Gambarnya menjadi unik karena tersusun atas garis-garis. Tertarik membuat foto diri Anda menjadi seperti itu?
Untuk melakukannya, Anda perlu memahami teknik graver atau engraving yang biasa digunakan untuk membuat uang. Tak perlu mempelajarinya secara manual, karena proses mengukir gambar pada lempengan logam lalu menjadikannya sebagai plat untuk mencetak bisa dimanipulasi memakai Adobe Photoshop CS3.
Jadi yang perlu Anda lakukan hanyalah memanfaatkan fasilitas Grayscale, Bitmap, dan Color Range. Untuk mulai bekerja, silakan ikuti langkah-langkah di bawah ini:
1. Masukkan foto ke dalam area kerja. Agar terlihat seperti hasil cetakan graver, foto ini harus diolah dulu. Tekan [Ctrl] + [A] di keyboard untuk menyeleksi foto, lalu tekan [Ctrl] + [C] untuk menyalinnya.
Buatlah sebuah dokumen baru dengan menekan [Ctrl] + [N]. Pada boks dialog yang muncul, langsung saja klik [OK]. Selanjutnya, tekan [Ctrl] + [V] untuk memunculkan foto pada area kerja baru yang tampil.
2. Ubahlah foto menjadi format Bitmap. Klik [Image] [Mode]. Jika modus "Bitmap" belum aktif, klik dulu opsi [Grayscale]. Selanjutnya, klik [Image] [Mode] [Bitmap...]. Boks dialog Bitmap akan muncul.
Pastikan resolusi yang terpilih sama dengan resolusi dokumen berisi gambar uang yang tengah Anda bikin. Pada menu drop-down "Use:", pilih [Halftone Screen..]. Lalu klik [OK].
3. Kelolalah boks setelan Halftone Screen. Pilih angka default (nilai 53) pada menu "Frequency" untuk menentukan jumlah garis cetak untuk setiap inci gambar. Angka 0 pada menu "Angle:" akan membuat garis cetak tampil horizontal. Jika ingin membuatnya vertikal, isikan 90. Pada menu "Shape:", pilih opsi [Line]. Setelah beres, klik [OK].
4. Foto akan berubah menjadi gambar yang tersusun atas garis-garis. Kembalikan format gambar ke format grayscale dengan mengklik [Image] [Mode] [Grayscale]. Pada boks Grayscale, isikan nilai 1 pada kotak isian "Size Ratio:". Lalu klik [OK].
5. Perbesar gambar agar garis-garisnya lebih terlihat dengan [Zoom Tool], lalu lakukan seleksi gambar dengan mengklik [Select] [Color Range...]. Boks Color Range akan muncul. Dengan pointer berbentuk pipet, klik salah satu bagian gambar yang berwarna hitam. Sudahi dengan [OK].
6. Garis-garis pembentuk gambar akan terseleksi, ditandai dengan munculnya garis terputus-putus di sekitar gambar. Salinlah dengan menekan [Ctrl] + [C]. Kembali ke area kerja, tampilkan gambar olahan bitmap sebelumnya dengan menekan [Ctrl] + [V]. Gambar tersebut akan tampil dalam layer baru. Taruh layer baru tersebut tepat di atas layer foto asli yang belum diolah. Hasilnya, foto akan tampil seperti cetakan hasil proses graver.
7. Anda bisa menambahkan pola-pola grafis seperti yang ada di uang kertas. Pola tersebut bisa dibuat dengan menggunakan Adobe Illustrator CS2 yang kemudian diekspor menjadi format TIFF. Salinlah pola tersebut menjadi layer baru di area kerja.
8. Sempurnakan hasil olahan dengan menyenadakan warna foto hasil olahan dengan warna pola. Caranya, gabungkan dulu semua layer dengan mengklik [Layer] > [Flatten Image]. Selanjutnya, klik [Image] [Adjustments] [ Hue/Saturation...]. Pada boks Hue/Saturation, beri tanda centang pada [Colorize]. Selanjutnya, atur slider Hue dan Saturation sampai mencapai warna yang diinginkan. Jika sudah, klik [OK].
Sumber: PCplus
Untuk melakukannya, Anda perlu memahami teknik graver atau engraving yang biasa digunakan untuk membuat uang. Tak perlu mempelajarinya secara manual, karena proses mengukir gambar pada lempengan logam lalu menjadikannya sebagai plat untuk mencetak bisa dimanipulasi memakai Adobe Photoshop CS3.
Jadi yang perlu Anda lakukan hanyalah memanfaatkan fasilitas Grayscale, Bitmap, dan Color Range. Untuk mulai bekerja, silakan ikuti langkah-langkah di bawah ini:
1. Masukkan foto ke dalam area kerja. Agar terlihat seperti hasil cetakan graver, foto ini harus diolah dulu. Tekan [Ctrl] + [A] di keyboard untuk menyeleksi foto, lalu tekan [Ctrl] + [C] untuk menyalinnya.
Buatlah sebuah dokumen baru dengan menekan [Ctrl] + [N]. Pada boks dialog yang muncul, langsung saja klik [OK]. Selanjutnya, tekan [Ctrl] + [V] untuk memunculkan foto pada area kerja baru yang tampil.
2. Ubahlah foto menjadi format Bitmap. Klik [Image] [Mode]. Jika modus "Bitmap" belum aktif, klik dulu opsi [Grayscale]. Selanjutnya, klik [Image] [Mode] [Bitmap...]. Boks dialog Bitmap akan muncul.
Pastikan resolusi yang terpilih sama dengan resolusi dokumen berisi gambar uang yang tengah Anda bikin. Pada menu drop-down "Use:", pilih [Halftone Screen..]. Lalu klik [OK].
3. Kelolalah boks setelan Halftone Screen. Pilih angka default (nilai 53) pada menu "Frequency" untuk menentukan jumlah garis cetak untuk setiap inci gambar. Angka 0 pada menu "Angle:" akan membuat garis cetak tampil horizontal. Jika ingin membuatnya vertikal, isikan 90. Pada menu "Shape:", pilih opsi [Line]. Setelah beres, klik [OK].
4. Foto akan berubah menjadi gambar yang tersusun atas garis-garis. Kembalikan format gambar ke format grayscale dengan mengklik [Image] [Mode] [Grayscale]. Pada boks Grayscale, isikan nilai 1 pada kotak isian "Size Ratio:". Lalu klik [OK].
5. Perbesar gambar agar garis-garisnya lebih terlihat dengan [Zoom Tool], lalu lakukan seleksi gambar dengan mengklik [Select] [Color Range...]. Boks Color Range akan muncul. Dengan pointer berbentuk pipet, klik salah satu bagian gambar yang berwarna hitam. Sudahi dengan [OK].
6. Garis-garis pembentuk gambar akan terseleksi, ditandai dengan munculnya garis terputus-putus di sekitar gambar. Salinlah dengan menekan [Ctrl] + [C]. Kembali ke area kerja, tampilkan gambar olahan bitmap sebelumnya dengan menekan [Ctrl] + [V]. Gambar tersebut akan tampil dalam layer baru. Taruh layer baru tersebut tepat di atas layer foto asli yang belum diolah. Hasilnya, foto akan tampil seperti cetakan hasil proses graver.
7. Anda bisa menambahkan pola-pola grafis seperti yang ada di uang kertas. Pola tersebut bisa dibuat dengan menggunakan Adobe Illustrator CS2 yang kemudian diekspor menjadi format TIFF. Salinlah pola tersebut menjadi layer baru di area kerja.
8. Sempurnakan hasil olahan dengan menyenadakan warna foto hasil olahan dengan warna pola. Caranya, gabungkan dulu semua layer dengan mengklik [Layer] > [Flatten Image]. Selanjutnya, klik [Image] [Adjustments] [ Hue/Saturation...]. Pada boks Hue/Saturation, beri tanda centang pada [Colorize]. Selanjutnya, atur slider Hue dan Saturation sampai mencapai warna yang diinginkan. Jika sudah, klik [OK].
Sumber: PCplus
Saturday, June 7, 2008
Modifikasi Mobil ala Pimp My Ride

Belum punya dana untuk memodifikasi mobil? Jangan khawatir, modifikasi yang satu ini tidak perlu dana kok. Pasalnya, Anda hanya mengubah tampilan fotonya, alias memodifikasi secara virtual foto mobil kesayangan Anda. Apa pun bisa dimodifikasi, mirip-mirip tayangan modifikasi mobil gratis yang ada di MTV. Ya, inilah cara ber-Pimp My Ride ala Photoshop CS3.
Bagaimana melakukannya?
Ikuti saja langkah-langkah ini.
1. Potretlah mobil Anda dari sudut pandang yang menurut Anda paling oke. Setelah selesai, transfer gambar tersebut ke PC dan buka di Photoshop. Kemudian lakukan modifikasi awal dengan mengganti warna kendaraan. Mula-mula, seleksi area bodi mobil. Klik [Pen Tool] di toolbox. Lakukan seleksi dengan membuat outline bodi mobil sampai tuntas. Setelah selesai, buatlah outline lagi untuk area yang tidak “dicat” seperti kaca, lampu, dan sebagainya.
2. Klik tab [Paths]. Klik-tarik layer path untuk outline mobil yang telah dibuat ke arah icon kertas di bawah palette agar path tersimpan. Klik icon [Load path as selection] ber-icon lingkaran bergaris putus-putus di bawah panel. Path di badan mobil akan berubah menjadi garis putus-putus.
3. Klik tab [Layer], lalu buat layer baru dengan menekan [Shift] + [Ctrl] + [N] di kibor. Klik [OK] pada boks yang muncul. Pada tahap ini, Anda bisa mulai mewarnai. Misalkan Anda ingin membuat gradasi dua warna. Pilih dulu kombinasi warna yang diinginkan di kotak Background dan Foreground color dalam toolbox.
4. Klik [Gradient Tool], lalu pilih modus [Foreground to Background] dari menu drop-down Gradient di toolbar. Pastikan layer baru terpilih. Selanjutnya, klik-tarik pointer mengikuti garis bodi mobil sehingga muncul warna gradasi yang dikehendaki.
5. Masih pada layer cat baru, ubahlah modus blending layer tersebut menjadi [Linear Light] agar warna baru terlihat menyatu ke bodi. Kurangi persentasi opacity agar detail mobil tetap kentara.
6. Jika ada bagian yang seharusnya tidak terkena cat tetapi tertimpa warna baru, klik icon [Add layer mask] di bagian bawah panel layers. Pastikan warna hitam dan putih terpilih pada kotak Background dan Foreground color. Klik [Brush Tool], lalu buang warna di area yang diinginkan.
7. Tambahkan beberapa detail atau pernak-pernik jika suka pada mobil. Misalnya gambar pola yang Anda gandrungi untuk bagian kap mobil. Masukkan gambar sebagai layer baru dengan mengklik [File] > [Place...]. Cari dan klik foto yang hendah dipakai pada boks yang muncul, lalu klik [Place]. Gambar akan muncul sebagai layer baru. Tekan [Enter], lalu klik kanan layer gambar, dan pilih [Rasterize Layer].
8. Agar gambar logo tersebut rata dengan kap mobil, Anda harus mendistorsi bentuknya. Tekan [Ctrl] + [T]. Klik-kanan gambar, lalu pilih [Distort]. Selanjutnya, tarik sudut-sudut gambar untuk menyesuaikan area bodi yang akan dipasangi gambar. Jika sudah pas, tekan [Enter]. Ganti blending mode pada layer gambar menjadi [Multiply] dan turunkan opacity-nya. Cobalah dengan menambahkan logo lainnya.
9. Tambahkan lampu di bawah bodi mobil. Caranya, buat layer baru. Klik [Brush Tool], pilih warna di kotak Foreground color, lalu pulaskan di bagian bawah kendaraan. Agar terlihat berpendar, klik [Filter] [Blur] [Gaussian Blur...]. Atur slider “Radius” sampai mendapatkan pendaran lampu yang pas. Jika sudah beres, klik [OK]. Gunakan mask layer untuk menghapus pendar lampu yang berlebihan.
Sumber: PCplus
Bagaimana melakukannya?
Ikuti saja langkah-langkah ini.
1. Potretlah mobil Anda dari sudut pandang yang menurut Anda paling oke. Setelah selesai, transfer gambar tersebut ke PC dan buka di Photoshop. Kemudian lakukan modifikasi awal dengan mengganti warna kendaraan. Mula-mula, seleksi area bodi mobil. Klik [Pen Tool] di toolbox. Lakukan seleksi dengan membuat outline bodi mobil sampai tuntas. Setelah selesai, buatlah outline lagi untuk area yang tidak “dicat” seperti kaca, lampu, dan sebagainya.
2. Klik tab [Paths]. Klik-tarik layer path untuk outline mobil yang telah dibuat ke arah icon kertas di bawah palette agar path tersimpan. Klik icon [Load path as selection] ber-icon lingkaran bergaris putus-putus di bawah panel. Path di badan mobil akan berubah menjadi garis putus-putus.
3. Klik tab [Layer], lalu buat layer baru dengan menekan [Shift] + [Ctrl] + [N] di kibor. Klik [OK] pada boks yang muncul. Pada tahap ini, Anda bisa mulai mewarnai. Misalkan Anda ingin membuat gradasi dua warna. Pilih dulu kombinasi warna yang diinginkan di kotak Background dan Foreground color dalam toolbox.
4. Klik [Gradient Tool], lalu pilih modus [Foreground to Background] dari menu drop-down Gradient di toolbar. Pastikan layer baru terpilih. Selanjutnya, klik-tarik pointer mengikuti garis bodi mobil sehingga muncul warna gradasi yang dikehendaki.
5. Masih pada layer cat baru, ubahlah modus blending layer tersebut menjadi [Linear Light] agar warna baru terlihat menyatu ke bodi. Kurangi persentasi opacity agar detail mobil tetap kentara.
6. Jika ada bagian yang seharusnya tidak terkena cat tetapi tertimpa warna baru, klik icon [Add layer mask] di bagian bawah panel layers. Pastikan warna hitam dan putih terpilih pada kotak Background dan Foreground color. Klik [Brush Tool], lalu buang warna di area yang diinginkan.
7. Tambahkan beberapa detail atau pernak-pernik jika suka pada mobil. Misalnya gambar pola yang Anda gandrungi untuk bagian kap mobil. Masukkan gambar sebagai layer baru dengan mengklik [File] > [Place...]. Cari dan klik foto yang hendah dipakai pada boks yang muncul, lalu klik [Place]. Gambar akan muncul sebagai layer baru. Tekan [Enter], lalu klik kanan layer gambar, dan pilih [Rasterize Layer].
8. Agar gambar logo tersebut rata dengan kap mobil, Anda harus mendistorsi bentuknya. Tekan [Ctrl] + [T]. Klik-kanan gambar, lalu pilih [Distort]. Selanjutnya, tarik sudut-sudut gambar untuk menyesuaikan area bodi yang akan dipasangi gambar. Jika sudah pas, tekan [Enter]. Ganti blending mode pada layer gambar menjadi [Multiply] dan turunkan opacity-nya. Cobalah dengan menambahkan logo lainnya.
9. Tambahkan lampu di bawah bodi mobil. Caranya, buat layer baru. Klik [Brush Tool], pilih warna di kotak Foreground color, lalu pulaskan di bagian bawah kendaraan. Agar terlihat berpendar, klik [Filter] [Blur] [Gaussian Blur...]. Atur slider “Radius” sampai mendapatkan pendaran lampu yang pas. Jika sudah beres, klik [OK]. Gunakan mask layer untuk menghapus pendar lampu yang berlebihan.
Sumber: PCplus
Friday, June 6, 2008
Hari ini Saya Ulang Tahun
Allhamdulillah hari ini saya masih diberi Umur oleh Allah SWT...
Saya Berdoa kepada Allah SWT
1. Mudah²an diusia saya sekarang ini saya bisa menjadi Orang yg lebih baik dari sebelumnya.
2. Diberikan Rezeki yg Banyak oleh Allah SWT.
3. Diberikan Kesehatan.
4. Semua yg saya cita-citakan bisa tercapai.
5. Menjadi Orang yg Sukses dalam segala hal.
6. Tambah dicintai & disenangi semua Orang.
7. Dapat membahagiakan kedua Orang tua Saya.
8. Cepat Menikah dengan Orang yang Saya Sayangi.
9. Serta diberikan Umur yang panjang oleh Allah SWT.
Amiiinn ya Robballalamin...
Saya Berdoa kepada Allah SWT
1. Mudah²an diusia saya sekarang ini saya bisa menjadi Orang yg lebih baik dari sebelumnya.
2. Diberikan Rezeki yg Banyak oleh Allah SWT.
3. Diberikan Kesehatan.
4. Semua yg saya cita-citakan bisa tercapai.
5. Menjadi Orang yg Sukses dalam segala hal.
6. Tambah dicintai & disenangi semua Orang.
7. Dapat membahagiakan kedua Orang tua Saya.
8. Cepat Menikah dengan Orang yang Saya Sayangi.
9. Serta diberikan Umur yang panjang oleh Allah SWT.
Amiiinn ya Robballalamin...
Wednesday, June 4, 2008
Membuat Efek seperti Film Matrix
Teman² mungkin sudah tau dan pernah nonton film Matrix. Mungkin teman² jg sudah sering melihat gambar efek hijau yg ada diPoster film Matrix itu. Kalo pengen tau cara membuat efek hijau² yg seperti di Film Matrix itu sekarang saya akan memberitahu caranya...
Kita mulai....Yuuuuuukk...

2. Klik Filter > Texture > Grain (ikutin gambar dibawah) trus Klik OK

catatan : warna Hijau nya terserah keinginan anda yg penting
Abra kadabra..... Criiiiiiiiiiing.... Inilah hasilnya...

Is it Cool..??? Selamat mencoba yaa...
Kita mulai....Yuuuuuukk...
1. Buka Adobe Photoshop trus buat dokumen baru berukuran kecil.

2. Klik Filter > Texture > Grain (ikutin gambar dibawah) trus Klik OK

3. Klik Filter > Artistic > Neon Glow (ikutin gambar dibawah)
trus Klik OK
catatan : warna Hijau nya terserah keinginan anda yg penting Hijau...
4. Sekarang tinggal di Glow. Caranya Klik Filter > Stylize > Glowing
Edges

Abra kadabra..... Criiiiiiiiiiing.... Inilah hasilnya...

Is it Cool..??? Selamat mencoba yaa...
Monday, May 26, 2008
Jembatan Ampera
Anda percaya jodoh blogger..? Semua orang pasti memiliki jodohnya masing - masing!Namun, tahukah anda bahwa Palembang , Musi ,dan Ampera itu jodoh..?Ampera merupakan salah satu hal yang membuat Saya kagum terhadap kota Palembang. Tanpa Ampera, takkan hidup Palembang dan tanpa Ampera takkan indah Musi. Namun, tanpa Palembang juga takkan pernah ada Ampera dan Musi. Itulah sebabnya Palembang , Musi dan Ampera itu merupakan jodoh.
Jembatan Ampera adalah sebuah jembatan di kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan Indonesia. Jembatan Ampera, yang telah menjadi semacam lambang kota, terletak di tengah-tengah kota Palembang, menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi.
Struktur Jembatan Ampera
Panjang : 1.117 m (bagian tengah 71,90 m)
Lebar : 22 m
Tinggi : 11.5 m dari permukaan air
Tinggi Menara : 63 m dari permukaan tanah
Jarak antara menara : 75 m
Berat : 944 ton
Lebar : 22 m
Tinggi : 11.5 m dari permukaan air
Tinggi Menara : 63 m dari permukaan tanah
Jarak antara menara : 75 m
Berat : 944 ton
Sejarah Ampera
Pembangunan jembatan ini dimulai pada bulan April 1962, setelah mendapat persetujuan dari Presiden Soekarno. Biaya pembangunannya diambil dari dana pampasan perang Jepang. Bukan hanya biaya, jembatan inipun menggunakan tenaga ahli dari negara tersebut.
Pada awalnya, jembatan ini, dinamai Jembatan Bung Karno. Menurut sejarawan Djohan Hanafiah, pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden RI pertama itu. Bung Karno secara sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi.
Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965, sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Pada saat itu, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara. Setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat). Menunggu Wajah Baru Jembatan Ampera
Sekitar tahun 2002, ada wacana untuk mengembalikan nama Bung Karno sebagai nama Jembatan Ampera ini. Tapi usulan ini tidak mendapat dukungan dari pemerintah dan sebagian masyarakat.
Pada awalnya, jembatan ini, dinamai Jembatan Bung Karno. Menurut sejarawan Djohan Hanafiah, pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden RI pertama itu. Bung Karno secara sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi.
Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965, sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Pada saat itu, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara. Setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat). Menunggu Wajah Baru Jembatan Ampera
Sekitar tahun 2002, ada wacana untuk mengembalikan nama Bung Karno sebagai nama Jembatan Ampera ini. Tapi usulan ini tidak mendapat dukungan dari pemerintah dan sebagian masyarakat.
Keistimewaan Ampera
Pada awalnya, bagian tengah badan jembatan ini bisa diangkat ke atas agar tiang kapal yang lewat dibawahnya tidak tersangkut badan jembatan. Bagian tengah jembatan dapat diangkat dengan peralatan mekanis, dua bandul pemberat masing-masing sekitar 500 ton di dua menaranya. Kecepatan pengangkatannya sekitar 10 meter per menit dengan total waktu yang diperlukan untuk mengangkat penuh jembatan selama 30 menit.
Pada saat bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi maksimum 44,50 meter, bisa lewat mengarungi Sungai Musi. Bila bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal maksimum yang bisa lewat di bawah Jembatan Ampera hanya sembilan meter dari permukaan air sungai.
Sejak tahun 1970, aktivitas turun naik bagian tengah jembatan ini sudah tidak dilakukan lagi. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini dianggap mengganggu arus lalu lintas di atasnya.
Pada tahun 1990, kedua bandul pemberat di menara jembatan ini diturunkan untuk menghindari jatuhnya kedua beban pemberat ini.
Pada saat bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi maksimum 44,50 meter, bisa lewat mengarungi Sungai Musi. Bila bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal maksimum yang bisa lewat di bawah Jembatan Ampera hanya sembilan meter dari permukaan air sungai.
Sejak tahun 1970, aktivitas turun naik bagian tengah jembatan ini sudah tidak dilakukan lagi. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini dianggap mengganggu arus lalu lintas di atasnya.
Pada tahun 1990, kedua bandul pemberat di menara jembatan ini diturunkan untuk menghindari jatuhnya kedua beban pemberat ini.
Referensi Mengenai Jembatan Ampera
- "Dibiayai Jepang, Jembatan Ampera Dulu Bernama Bung Karno", Detik.com, 6 Agustus 2007. Diakses pada 15 September 2007.
- "33 Tahun Sudah Jembatan Ampera Tak Bisa Naik Turun Lagi", Kompas, 19 April 2003. Diakses pada 15 September 2007.
- "Pariwisata Palembang", bumisriwijaya.com. Diakses pada 15 September 2007.
- "Menunggu Wajah Baru Jembatan Ampera", Tempo, 31 Maret 2005. Diakses pada 15 September 2007.
Subscribe to:
Posts (Atom)